Merasakan Ikut Pesta Seni Tradisi Ebeg, momen Kesurupan Antar Dimensi di Banyumas VICE


Kalau mendengar kata tari ebeg, mungkin tidak banyak dari kalian yang tahu. Nah ternyata, tari

RIAS TRADISI EBEG Memakai riasan putra gagah, alis njegrag keatas hampir menyerupai alisnya Werkudara. Tebalnya riasan tidak setebal Werkudara dan tidak memakai make up warna merah- merah. Penimbal/pawang Ebeg atau dalang memakai baju hitam. Sebaran Ebeg tidak disemua Jawa Tengah, hanya ada dibeberapa daerah dengan nama yang berbeda-beda.


Pada saat menari para penari memakai busana dan tata rias yang wajar, namun ada juga kelompok

Tradisi Kesenian Ebeg sendiri dapat diartikan sebagai kesenian rakyat khas Kabupaten Banyumas berjenis tari-tarian yang memiliki pemain berjumlah lima sampai delapan orang diiringi dengan gamelan dan seperangkatnya. Kesenian Ebeg menceritakan latihan perang dengan menggunakan properti kuda terbuat dari anyaman bambu yang menggambarkan kegagahan prajurit berkuda dengan segala atraksi magisnya.


EBEG BANYUMASAN FESTIVAL 2017 003 YouTube

Tradisi jaran ebeg di desa Jejeg identik dengan aulnya yang khas. Aul adalah sosok makhluk jadi-jadian yang menyeramkan. Namun, aul yang dimaksud disini yaitu seseorang yang menggunakan kostum lusuh dan topeng yang menyerupai makhluk menyeramkan sehingga membuat orang yang melihatnya merasa takut.


Kesenian Ebeg Identitas Migran Banyumas di Jakarta Tagar

Dalam konteks tradisi mistis Indonesia, umumnya kondisi ini terjadi lantaran ada entitas lain seperti roh halus yang sedang bercokol di raga. Wuru massal ini adalah isi Babak Janturan di pentas Ebeg.


EBEG BANYUMAS, MERAWAT SENI TRADISI 55. SANEN (BANYUMAS) YouTube

Ebeg dipandang sebagai kreasi Sunan Kalijaga untuk menyiarkan agama Islam. "Dulu tidak mudah mengumpulkan orang. Untuk itu, Sunan Kalijaga menciptakan wayang kulit, ebeg, dan kesenian lain. Maksudnya agar orang mau berkumpul," terang Sandaman, sesepuh ebeg Cilacap. Selain itu, ada versi lain tentang asal mula ebeg.


Merasakan Ikut Pesta Seni Tradisi Ebeg, momen Kesurupan Antar Dimensi di Banyumas VICE

Ebeg atau Kuda lumping banyumasan. Ebeg merupakan bentuk kesenian tari daerah Banyumasan yang menggunakan boneka kuda yang terbuat dari anyaman bambu dan kepalanya diberi ijuk sebagai rambut. Tarian Ebeg di daerah Banyumas menggambarkan prajurit perang yang sedang menunggang kuda.Gerak tari yang menggambarkan kegagahan diperagakan oleh pemain Ebeg. Kata Ebeg berasal dari Eblek, anyaman bambu.


Kesenian Ebeg Identitas Migran Banyumas di Jakarta Tagar

Proses pertunjukan Tradisi Ebeg Banyumasan adalah gendingan, pembukaan, pemanggilan penari Ebeg Banyumasan, menari, penari istirahat, menari, janturan, dan penyembuhan. Persepsi masyarakat.


Atraksi Ebeg Festival Bambu Serayu Foto gratis di Pixabay Pixabay

As 16-year-old Danu made his way through the crowd, the hundreds of sandals hitting the earthen ground created a perpetual dust cloud. At 3 p.m., twelve dancers took center stage while riding.


Tradisi Ebeg Banyumas di Pinggiran Jakarta

Kesenian ebeg atau kuda lumping adalah kekayaan budaya Indonesia terutama untuk masyarakat di Jawa, yiatu Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kuda lumping atau ebeg adalah seni tari yang dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan, yang terbuat dari anyaman bambu atau kepang. Tidak satupun catatan sejarah yang mampu dengan tepat untuk menjelaskan asal.


Tradisi Ebeg Banyumas di Pinggiran Jakarta

Bagi pegiat tradisi ebeg, 'memburu dan mengoleksi' indang merupakan sebuah kegiatan yang menarik, apalagi bila mereka bisa mendhem bersama indangnya. "Kalau ebeg enggak pernah sepi, mau hujan atau panas, tetap saja bisa ramai. Setau gue, memang yang mendhem gituan buat kebanggan sendiri. Sekarang cewek juga banyak yang pada mendhem, gitu," kata.


Tradisi kuda kepang banyumasan Tole tole ebeg Wahyu sinar budaya YouTube

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah Tradisi Ebeg Banyumasan, memilih proses pelaksanaan Tradisi Ebeg Banyumasan, dan mengetahui persepsi masyarakat terhadap Tradisi Ebeg Banyumasan di Desa Bantar Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan Teori Struktural-Fungsional dari Talcott Parson.


Ebeg Banyumasan, Tradisi yang Terancam Punah karena Pandemi

visitciamis.com - Ebeg Lakbok merupakan sebuah tradisi kesenian yang berasal dari Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis. Penampilan Tarian Ebeg dibawakan mengenakan kostum dengan warna cerah dipadu dengan selendang dan menunggangi kuda lumping. Dengan memakai kuda yang dibuat dari anyaman bambu, surai kuda dari ijuk, dilengkapi kliningan dan.


Tradisi Ebeg Banyumas di Pinggiran Jakarta

Umumnya, Ebeg ini dilaksanakan pada kegiatan tertentu atau acara besar yang menanggap Ebeg. Seperti halnya pertunjukan kuda lumping, masyarakat Purbalingga, Cilacap, Kebumen dan sekitarnya mengenalnya dengan Tradisi Ebeg. Sebagai salah satu seni tradisional warisan budaya leluhur masyarakat jawa, Ebeg masih tetap menjadi hiburan favorit masyarakat.


Tradisi Ebeg Banyumas di Pinggiran Jakarta

Dengan ditetapkannya ebeg sebagai warisan budaya takbeda, lalu bagaimana sebenarnya tradisi ebeg di Banyumas. Berikut sekilas tentang ebeg seperti dirangkum dari beberapa sumber, Senin (1/11/2021). Baca Juga: Kesenian Ebeg Banyumas Bertahan Ditengah Gempuran Modernitas dan Pandemi Covid-19.


Merasakan Ikut Pesta Seni Tradisi Ebeg, momen Kesurupan Antar Dimensi di Banyumas

Berikut beberapa upaya dalam melestarikan Ebeg: Pendidikan: Mendidik generasi muda tentang nilai budaya Ebeg dan memberikan pelatihan bagi mereka yang ingin memahami dan menjalankan seni ini. Dukungan Keuangan: Memberikan dukungan finansial kepada komunitas dan kelompok seni yang mempertunjukkan Ebeg. Ini bisa membantu memperbaiki kostum, instrumen musik, dan infrastruktur pertunjukan.


Merasakan Ikut Pesta Seni Tradisi Ebeg, momen Kesurupan Antar Dimensi di Banyumas VICE

08 Desember 2021 | 11:28 WIB - Seni Budaya. NGEBED : Bupati Banyumas, Achmad Husein, saat membuka acara Festival Ebeg Kreatif dan Festival Kesenian Langka di Gedung Soeteja Purwokerto, baru-baru ini. BANYUMAS, WAWASANCO- Ebeg, kesenian tradisional Banyumasan harus terus dipertahankan agar tidak dilupakan dan punah dikikis perubahan zaman.

Scroll to Top